Ilmuan Mengelompokkan Penikmat Wine Dalam 4 Kategori, Kamu yang Mana?

WhatsApp Image 2019-03-16 at 11.35.02

Tim Hanni, seorang chef, sekaligus orang Amerika pertama yang dinobatkan sebagai Master Of Wine pada tahun 1990 berhasil mengelompokkan para penikmat wine ke dalam empat golongan; sweet, hypersensitive, sensitive and tolerant. Nah, kira-kira, kamu termasuk ke dalam golongan yang mana?

Apabila kita menilik pada genetik, Hanni percaya bahwa preferensi seseorang terhadap wine ditentukan oleh lingkungan. Meski demikian, preferensi tersebut akan berubah secara berkala, tergantung pengalaman lidah mereka mengecap rasa. Pengalaman Hanni mengajar di beberapa universitas di dunia mengenai keseimbangan rasa, sensorik secara ilmiah, bahkan sampai sejarah kuliner telah mengantarkannya pada kesimpulan tersebut.

Golongan pertama Hanni mengklasifikasikan mereka ke dalam kelompok Sweet. Golongan ini terdiri dari orang-orang yang mengagumi wine dengan cita rasa yang ringan, bertekstur lembut dan rasanya manis. Bagi orang-orang di dalam kelompok ini, wine lainnya memiliki cita rasa dan aroma yang terlalu kuat sehingga mereka tidak lagi menikmatinya. Bahan tertentu yang muncul dan menjadi dominan ketika mereka menyesap wine juga ternyata gagal memikat lidah mereka. Tetap, wine yang ringan, manis, serta ramah di lidah tadi yang mereka jadikan juara. Hal itu membuat mereka canggung untuk mencicipi wine yang tidak akrab dengan lidah serta preferensi mereka.

Golongan kedua Hanni sebut Hypersensitive. Meskipun diberi nama Hypersensitive, namun orang-orang di golongan ini justru memiliki ketertarikan tinggi untuk mencicipi jenis wine baru yang tidak pernah mereka cicipi sebelumnya. Tetapi, mereka sangat berhati-hati pada apa yang direkam oleh lidah. Ketika wine jenis baru tersebut tidak disambut baik oleh lidah mereka, mereka tidak akan segan untuk mengurungkan niatnya meminum wine tersebut dan beralih pada wine lainnya.

Hanni membuat label Sensitive di tengah-tengah sensor spektrum sensitivitas. Biasanya, orang-orang di dalam kelompok ini cenderung fleksibel, selalu bersemangat dan mudah beradaptasi. Sehingga mereka tidak segan untuk mendapatkan pengalaman apapun dalam menikmati wine. Meskipun wine-wine tersebut terkadang tidak ramah di lidah mereka, mereka tetap akan mengapresiasi wine tersebut sebagai sebuah pengalaman baru.

Golongan terakhir disebut Tolerant. Mereka adalah orang-orang yang tergila-gila pada cita rasa yang intens. Mereka tidak lagi menilai rasa berdasarkan kenyamanan atau keakraban rasa pada lidah, melainkan berdasarkan masing-masing karakter bahan yang menciptakan wine itu sendiri. Tidak heran apabila orang-orang di dalam kelompok ini memiliki preferensi yang kaya sebab mereka tidak pernah membatasi diri dari jenis wine apa pun.

Seorang ilmuan dari Michigan State University belakangan ini menerapkan teori Hanni tersebut ke dalam bentuk uji coba terhadap beberapa kelompok penikmat wine dan berusaha menemukan pola. Setiap partisipan diminta untuk memberikan rating pada 12 jenis wine berbeda. Setelah setiap peserta mendapatkan salah satu label dari empat label tadi, mereka diminta untuk menyebutkan minuman favorit mereka selain wine. Terbukti, mereka yang tergolong penikmat sweet lebih sangat menikmati minuman bersoda. Sementara para tolerant lebih menikmati kopi dengan cita rasa yang pekat.

Setelah membaca artikel ini, barangkali kamu dapat lebih mudah mengelompokkan diri ke dalam penikmat wine tertentu. Tetapi, mohon diingat, perbedaan kelompok jangan sampai meruntuhkan kesadaran akan persatuan yang sudah susah payah kita bangun, ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s