Mengonsumsi Beer Sebelum Wine Membuat Hangover Lebih Ringan, Mitos Atau Fakta?

WhatsApp Image 2019-04-05 at 16.20.35

Beberapa dari kita pernah mengalami hang over, terbangun dengan kepala seberat besi, merasa haus setengah mati, serta kondisi lemas bukan main. Saat itu, kita boleh saja bersumpah untuk tidak menyentuh alkohol lagi selamanya. Tetapi, kita semua tahu bahwa perpisahan dengan alkohol adalah janji yang nyaris mustahil ditepati. Lagipula, hal tersebut tidak perlu dilakukan, apabila kita tahu bagaimana mengonsumsi alkohol dengan bertanggung jawab.

Lalu, beredar rumor yang menyatakan bahwa mengonsumsi beer sebelum wine membuat kondisi hangover lebih mudah dihadapi. Karena, kadar alkohol di dalam beer tertentu dinyatakan lebih rendah dan kita bisa melanjutkan dengan minuman dengan kadar alkohol lebih tinggi. Laju peningkatan yang lambat tersebut menghindari pengaruh alkohol yang melonjak secara signifikan dan mampu membuat hang over lebih mudah dihadapi keesokan harinya.

Tetapi, itu merupakan rumor yang selama ini kita dengar. Apakah ilmuan telah membuktikan hal itu? Mari kita cari tahu.

Dr. Kai Hensel, ilmuan yang melakukan penelitian klinis dari universitas Cambridge, bekerja sama dengan Jöran Köchling mengumpulkan 90 partisipan dengan rentang usia 19 sampai dengan 40 tahun untuk melakukan uji coba mengenai rumor tersebut.

Dr. Hensel bersama timnya membagi 90 partisipan ke dalam tiga kelompok. Satu kelompok meminum dua botol setengah bir, kemudian dilanjutkan dengan empat gelas wine ukuran besar. Kelompok kedua meminum urutan sebaliknya. Sementara itu, kelompok ketiga mencampur urutannya. Seminggu kemudian, Dr. Hensel bersama timnya meminta setiap peserta untuk melaporkan pengaruh yang dirasakan menggunakan sekala dari 0 sampai dengan 10, termasuk pada kondisi hang over. Mereka mengklasifikasikan tahapan hangover menjadi lebih terperinci ke dalam 8 tingkatan; kehausan, kelelahan, pening, sakit kepala akut, mual-mual, sakit perut, takikardia (kondisi di mana detak jantung berdegup lebih dari 60 kali dalam satu menit), dan kehilangan selera makan.

Faktanya, ketiga kelompok tersebut mengalami pengaruh hang over pada skala yang setara, tidak ada yang lebih rendah, maupun lebih parah. Hanya saja para perempuan cenderung mengalami pengaruh hang over yang lebih parah ketimbang pria.

Jadi, mulai sekarang, alih-alih menyiasati meminum bir sebelum wine untuk menghindari hang over yang parah, bagaimana kalau kita terapkan pola minum dengan tanggung jawab pribadi saja?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s